Friday, August 15, 2008

Melafu You Organik Pospat

PEMBUATAN PUPUK MYOP (MELAFU YOU ORGANIK POSPAT) BERSUMBERKAN MATERIAL ALAM

Aflizar

Latar Belakang

Sejak dikenalkan Teknologi Revolusi Hijau (Green Revolution Technology) di Indonesia sejak 1963, sebagai daerah pionir dipilih Pulau Jawa dan sampai sekarang telah menyebar ke seluruh wilayah Indonesia. Aplikasi teknologi Revolusi Hijau menganjurkan kepada petani untuk meningkatkan produksi pertanian dengan menggunakan: 1. Bibit unggul, 2. Pengairan irigasi, 3. memakai pestisida dan 4. menggunakan pupuk Urea , super pospat dan KCl.
Sisi positif teknologi Revolusi Hijau produksi padi, palawija jauh meningkat, sampai Indonesia bisa berswasembada beras, meskipun sekarang mulai mengimpor beras lagi 1,5 juta ton per tahun untuk memenuhi kebutuhan penduduk 220 juta jiwa. Efek negatif dari teknologi Revolusi Hijau, sekarang sudah mulai dirasakan seperti hilangnya varitas padi dan tanaman pertanian lokal, yang tinggal sekarang hanya varitas unggul, dengan kelemahan hanya berproduksi bila diberikan pupuk urea, super pospat dan KCl.
Sayangnya harga pupuk Urea, Super pospat dan KCl ini selalu naik setiap tahun, sama seperti harga emas dan petani umunya sangat berat hati membeli pupuk ini, akibatnya pupuk hanya diberikan kepada tanaman, hannya bila ada uang untuk membelinya dan pada akhirnya kehidupan petani pada umumnya tetap dalam kemiskinan dan kekurangan.
Sebuah pertanyaan, mengapa pupuk mahal dan sering hilang dipasaran, namun petani tetap membeli pupuk walaupun mahal. Ilustrasi dari kasus telepon akan memberikan penjelasan umum kepada kita. Awal dikenalkan telepon selular di indonesia, hal ini menjadi barang mewah dan harga pulsa sangat tinggi, dimana saat jaringan telepon seluler hanya di kuasai beberapa BUMN saja. Setelah banyak perusahaan telepon selular swasta menjual jasa telepon selular maka harga pulsa dan telpon selular menjadi lebih murah dan banyak pilihan, sehingga semua masyarakat kini bisa memiliki telepon gemgam dan bisa pula membeli pulsa murah. Kembali kemasalah pupuk, mengapa pupuk mahal, karna pabrik pupuk dikuasi oleh BUMN saja dan pilihan pupuk pengganti Urea, super pospat dan KCl tidak ada, singkat kata tidak ada pesaing. Kenapa petani tetap membeli pupuk Urea, pospat dan KCl, walaupun mahal, disebabkan, pupuk sudah menjadi kebutuhan pokok tanaman, dan petani sudah menyadari itu, dan tanaman bagi petani bagai anak sendiri yang harus dipenuhi kebutuhan pokoknya. Karena petani sudah terbiasa dengan pupuk buatan pabrik seperti urea, super pospat dan KCl. Petani sampai saat ini banyak yang melupakan pupuk organik dan sangat jarang menambahkan bahan organik ke tanah pertanian, di tambah lagi kondisi alami tanah di iklim tropik yang umumnya rendah bahan organik.
Untuk membuat pupuk murah dan berkualitas bagi petani, perlu dipikirkan, materialnya harus berasal dari bahan alam yang banyak tersedia dan berharga murah, dengan dasar ini, maka dengan dasar ini dapat di kritisi pupuk buatan bahwa Urea (CO(NH2)2 dan KCL bahan baku utamanya adalah bahan kimia buatan dan perlu energi besar untuk membuatnya, dengan kata lain, pupuk Urea dan KCl hanya bisa di buat oleh pabrik, bermodal besar seperti BUMN. Sebaliknya pupuk pospat (Ca(H2PO4)2 memiliki sumber yang banyak dari alam, seperti batu pospat, kotoran ayam, khususnya Sumatera Barat di Payakumbuh memiliki sumber alam batu pospat juga kotoran ayam karena banyak peternakan ayam di samping itu ada Gunung Sago yang mana debu tanahnya kaya mineral alofan dan immogolit (HO)3Al2)3SiOH yang kaya unsur silikat. Berbicara tentang Silika, salah satu kealpaan teknologi Revolusi Hijau di Indonesia adalah lupa mengikut sertakan unsur silika (Si) dalam campuran pupuk buatan di samping tidak ada di jual dan di produksi pupuk silika, sehingga kecendrungan tanah pertanian di Indonesia kekurangan pupuk silika, sedangkan bila di bandingkan di negara Jepang petani sudah sejak lama memberikan pupuk silika pada tanah sawah.
Bahan baku alam lain yang banyak tersedia adalah Garam dapur (NaCl), yang berharga murah dan banyak tersedia. Garam dapur ini sebagai sumber Na dan Cl, dimana Na bisa meningkatkan kejenuhan basa tanah dan bila kejuhan basa tanah tinggi tanah cendrung menjadi subur, khususnya tanah tropik seperti Indonesia, umumnya Ultisol, dimana tanahnya rendah sekali kejenuhan basanya, yang di tentukan oleh unsur seperti Na, Ca, Mg dan K. Mengapa tanah Ultisol di indonesia rendah kejenuhan basanya, disebabkan tanah ultisol ini telah terlapuk lanjut, dan unsur hara yang di kandung tanahnya sudah banyak tercuci oleh hujan, jadi dengan menambah Na dari garam dapur di harapkan dapat meningkatkan kejuhan basa tanah meningkat dan tanah jadi subur dan untungnya Na mudah di dapat dan banyak tersedia di alam, namun untuk unsur Mg dan K sebaliknya.
Berdasrkan latar belakang di atas, dicobalah membuat formula dan bentuk pupuk baru untuk mensubstitusi pupuk super pospat yang mahal dengan nama pupuk MYOP (Melafu You Organik Pospat) yang di formulasi dari bahan alam. Juga memberikan bentuk pupuk MYOP bentuk yang menarik bagi petani, diusahakan sama persis seperti bentuk pupuk buatan seperti Urea dan super pospat. Mengapa bentuk pupuk MYOP ini sangat penting sekali, sebab dalam imek petani, yang di katakan pupuk itu bentuknya granulat atau butiran, kalau berbentuk tepung, bagi petani itu bukan pupuk tapi pestisida atau bahan untuk buat kue, maka di jatuhkanlah pilihan, bahwa pupuk MYOP berbentuk granular. Masalahnya sekaran, satu, bahan baku pupuk MYOP berbentuk tepung atau serbuk, jadi perlu dicarikan teknologi, bagaimana mengaduk material MYOP menjadi satu dalam bentuk granular dan membuat formula yang tepat pupuk MYOP untuk tanaman. Berdasarkan itu, penelitian ini bertujuan 1. merumuskan formula berimbang untuk mencampurkan batu pospat, garam dapur, kotoran ayam dan debu gunung api membentuk butiran granular.

Bahan dan Metoda

Percobaan membuat butiran granular untuk pupuk MYOP dilakukan di laboratorium Phedosphere and ecological laboratory, Shimane University, Japan, sebagai penelitian awal untuk melangkah ketingkat penelitian yang lebih aplikatif. Alat dan bahan disajikan dalam gambar. Intinya dalam percobaan awal ini mencari volume air yang tepat untuk mencampurkan meterial pupuk MYOP dan menemukan alat sederhana yang bisa membuat butiran granular. Untuk tujuan ini di pakai mixer dan ayakan. Dibawah ini disajikan rancangan percobaan formulasi pupuk MYOP

Bahan baku % dlm 500 g perlakuan
1. Kotoran ayam dihaluskan 25 125 g 1. 100 ml air+mixer+diayak
2. Garam dapur dihaluskan 15 75 g 2. 200 ml air+mixer+diayak
3. Batu pospat di haluskan 50 250 g + 3. 300 ml air+mixer+diayak
4. Debu Gunung api dihaluskan 10 50 g 4. 400 ml air+mixer+diayak

Hasil dan Pembahasan

Proses pembuatan pupuk MYOP disajikan dalam gambar. Dari empat perlakuan air untuk mengaduk bahan baku pupuk MYOP maka didapatkan menambah 200 ml air dalam 500 gr material MYOP bisa membentuk granular setelah di aduk rata dan diayak lalu di jemur dalam rumah plastik. Jadi perbandingan adalah air: bahan MYOP adalah 1:2,5. untuk menjelaskan mengapa bahan baku pupuk MYOP bisa membentuk granular setelah diaduk dengan air, tanpa diberikan bahan perekat, karena bahan organik dari kotoran ayam dan unsur dalam batu pospat dan debu gunung api setelah d beri air membentuk ikatan komplek. Penlitian selanjutnya akan membahas tentang kandungan hara dalam pupuk MYOP sebelum diaplikasikan untuk tanaman.